Tiga Kesalahpahaman Yang Membawa Pada Kepercayaan Terhadap Nihilisme


  • Bahwa apapun yang dialami seseorang sepenuhnya adalah akibat dari karma masa lampaunya (Fatalisme)
  • Bahwa apapun yang dialami seseorang adalah suratan dari suatu entitas agung atau Tuhan (Theism)
  • Bahwa tidak ada penyebab atau kondisi apapun yang melatarbelakangi pengalaman manusia

Buddha menyangkal pandangan-pandangan ini dengan sikap berikut:

‘Apabila seluruh pengalaman manusia adalah hasil dari karma yang telah dilakukan pada masa lampau, maka pada kasus pembunuhan, pencurian, penyimpangan seksual, bohong, fitnah, ucapan kasar, dll, tidak akan ada kehendak atau upaya seseorang yang dapat dilakukan berkenaan dengan apa yang seharusnya dilakukan atau tidak seharusnya dilakukan. Sebaliknya, apabila pengalaman manusia adalah hasil kreasi dari suatu entitas agung atau sepenuhnya hanya kejadian saja, maka, manusia tidak akan mampu untuk menilai atau mengampu tanggung jawab moral atas perbuatan-perbuatannya. Oleh karena itu, apabila diteliti secara kritis, maka pandangan-pandangan ini adalah hampa.’

A.I: 173

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s