Dhammapada Syair 136: Kisah Peta Ular

Ketika berdiam di Vihara Jetavana, Sang Buddha membabarkan syair keseratus tiga puluh enam dari Dhammapada ini, yang merujuk kepada peta[1] ular.

Suatu ketika, Maha Moggallana Thera pergi ke Bukit Gijjhakuta bersama Lakkhana Thera, Moggallana Thera melihat makhluk halus setan berwujud ular dan ia tersenyum, tetapi tidak mengatakan apapun. Ketika mereka kembali ke Vihara Jetavana, Maha Moggallana Thera bercerita kepada Lakkhana Thera di hadapan Sang Buddha perihal makhluk halus yang memiliki tubuh panjang dan dikelilingi oleh api tersebut.

Sang Buddha kemudian mengatakan, setelah Beliau mencapai Penerangan Sempurna, Beliau juga telah bertemu dengan bermacam peta, tetapi Beliau tidak memberitahukan keberadaan makhluk halus itu kepada penduduk karena mereka mungkin tidak mempercayainya dan mereka bisa beranggapan keliru terhadap Sang Buddha.

Demi kasih sayangNya terhadap semua makhluk hidup, maka Sang Buddha berdiam diri.

Kemudian Beliau melanjutkan, “Sekarang Aku telah mempunyai saksi yaitu Moggallana, Saya akan menceritakan tentang peta ular ini”.

“Pada masa hidup Buddha Kassapa, peta itu terlahir menjadi seorang pencuri yang sangat kejam, dia membakar rumah orang kaya sebanyak tujuh kali. Tidak puas terhadap hal itu, dia juga membakar kuti harum Buddha Kassapa yang dibangun oleh orang kaya tersebut pada saat Buddha Kassapa sedang pergi berpindapatta. Sebagai akibat perbuatan jahatnya dia mengalami penderitaan dalam waktu lama di alam neraka (niraya). Sekarang dia terlahir sebagai peta yang memiliki badan yang terbakar oleh kobaran api ke atas dan ke bawah sepanjang badannya. Para bhikkhu, orang bodoh bila melakukan kejahatan tidak mengerti bahwa perbuatan itu adalah perbuatan jahat; tetapi mereka tetap tidak akan dapat terlepas dari akibat kejahatannya itu”.

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 136 berikut:

Ketika orang bodoh melakukan kejahatan, ia tidak menyadari akan akibat dari perbuatannya, orang bodoh seperti ini akan tersiksa oleh perbuatannya sendiri, seperti orang yang terbakar oleh api yang berkobar.

[1] Peta = hantu kelaparan.

  • Sumber: Dhammapada Atthakatha, Insight Vidyasena Production

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s