Bagaimana Menghadapi Kemarahan dan Pujian


‘Para bhikkhu, apabila seseorang menghinaKu, menghina Dhamma atau pula Sangha, maka kamu janganlah menjadi marah, benci atau merasa terganggu tentang penghinaan itu. Apabila kamu menjadi marah atau tidak menyukai penghinaan tersebut, hal itu hanya akan menjadi rintangan bagimu. Karena apabila orang lain menghinaKu, menghina Dhamma atau pula Sangha, dan kamu menjadi marah atau tidak menyukainya, maka dapatkah kamu mengetahui bahwa apa yang mereka katakan adalah benar atau salah?’

‘Tidak, Yang Mulia.’

‘Apabila orang lain menghinaKu, menghina Dhamma atau pula Sangha, maka kamu harus menjelaskan apa yang tidak benar sebagai sesuatu yang tidak benar, dan berkata:

‘Hal itu adalah tidak benar, hal itu salah, hal itu bukanlah cara kami, hal itu tidak ditemukan di antara kami.’

Tetapi, para bhikkhu, apabila orang lain memujiKu, memuji Dhamma atau pula Sangha, maka kamu janganlah menjadi gembira, bahagia atau berbangga hati tentang pujian itu. Apabila kamu menjadi gembira, bahagia atau berbangga hati atas pujian tersebut, hal itu hanya akan menjadi rintangan bagimu. Apabila orang lain memujiKu, memuji Dhamma atau pula Sangha, maka kamu harus mengakui kebenaran atau apa yang memang benar, dan berkata:

‘Hal itu adalah benar, hal itu tepat, hal itu adalah cara kami, hal itu ditemukan di antara kami.’

D.I: 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s