Musuh terbesar kita

 

Ketika dunia menemukan besi, pohon-pohon mulai cemas akan nasib mereka. Orang-orang pun menggunakan besi yang telah dimodifikasi sehingga bisa digenggam dan digunakan untuk mengapak pohon-pohon tersebut.

“Teganya” tangis para pohon melihat teman-teman mereka tumbang satu per satu.

“Mengapa ada kapak di dunia ini untuk membantai para pohon? Siapa yang menciptakan alat setan pembantai ini?”

“Jika pohon tidak menyediakan bagian pemegang kapak ini, mana bisa sepotong besi dapat melukaimu begitu parah,” jawab si penebang.

Muasal kemalangan seringkali dapat ditelusuri ke dalam diri sendiri. Pada kenyataannya, musuh terbesar kita seringnya malah diri kita sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s