Jangkrik dan rubah

 

Suatu ketika ada seekor rubah yang sudah tiga hari tidak makan. Ia lari kalang kabut mencari makanan. Tak berapa lama kemudian ia pun melihat seekor jangkrik yang hinggap di pucuk pohon sambil mengeluarkan bunyi yang keras.

“Tidak ada pilihan lain, dapat jangkrik untuk makan bukan ide buruk,” pikirnya.

“Oh penyanyi agung. Mohon turun ke sini dan terimalah sanjungan pribadiku,” rayu si rubah.

Si jangkrik pun terbang turun dan secepat itu pula si rubah menangkap dengan mulutnya. Tetapi ternyata itu bukanlah si jangkrik, hanya sehelai daun.

“Apa? Hanya daun? Aku telah dibodohi” kata rubah.

“Dari sayap jangkrik dalam kotoran rubah, aku telah melihat konsekuensi dari kesalahan teman-temanku. Kesalahan yang sama tak boleh terulang dua kali. Kadang, satu kesalahan saja seumur hidup sudah terlalu banyak,” balas si jangkrik.

Orang pintar belajar dari kesalahannya sendiri, orang yang lebih pintar mengambil pelajaran dari kesalahan orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s