Ringkikan keledai dan nanyian jangkrik

 

Hal terbaik dari keledai adalah memiliki punggung yang kuat untuk membawa beban berat dan menahan derita. Kekurangan keledai adalah ia mengeluarkan suara yang payah, yang seseram jeritan hantu-hantu. Si keledai pun berpapasan dengan jangkrik dan tertarik dengan suara merdu si jangkrik.

“Apa yang kamu makan tiap hari? Mengapa suaramu begitu merdu?” tanya keledai.

“Aku hanya minum embun pagi dan aku tidak makan rumput” jawab si jangkrik.

“Suaraku tidak merdu karena aku makan makanan yang terlalu duniawi” pikir si keledai.

Semenjak itu si keledai hanya mengonsumsi embun gunung dan tak sehelai rumput pun. Dan pada akhirnya ia mati kelaparan.

Setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri. Melepas kekuatan kita untuk mencari sesuatu yang di luar kemampuan kita, sering meminta bayaran mahal, bahkan sampai mengorbankan hidup kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s