Ulat sutra dan laba-laba

 

Ulat sutra makan daun murbei sepanjang hari sampai tua. Kemudian ia menghasilkan benang sutra untuk membentuk kepompong. Para peternak ulat sutra lalu memasukkan kepompong itu ke dalam air mendidih dan menarik keluar benang sutra yang panjang. sedangkan laba-laba pertama-tama bekerja keras membuat jaring dengan benang yang keluar dari badannya. Lalu ia duduk di tengah jaringnya menunggu serangga terbang yang akan menjadi santap malamnya.

Si ulat sutra berkata pada laba-laba, “Benangku dapat dibuat menjadi sulaman sutra terbaik yang diwariskan untuk generasi mendatang. Benangmu menjadi jebakan untuk menjebak serangga tak berdosa untuk kamu mangsa. Tidakkah kamu malu atas kekejamanmu?”

Si laba-laba lantas membalas, “Aku hidup dengan kemampuanku membuat benang. Kenapa mesti malu dalam mempertahankan hidup sendiri? Kamu ulat sutra yang selalu direbus sampai mati karena kemampuanmu menghasilkan benang indah. Itu sangat disayangkan.”

Memiliki bakat itu baik, tetapi bakat yang berlebihan seringkali membahayakan hidup kita sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s