Pertobatan adalah rasa penyesalan disertai malu atas kesalahan yang telah kita perbuat. Kemudian timbul usaha untuk menebus kesalahan tersebut dengan mengakui kesalahan kita dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi. Without remorse or repentance, many kinds of growth are impossible. Unless we can see our errors and the harm done–and regret both–we are doomed to repeat them. And yet, repentance need not include self-flagilation or loathing; it is the former behaviors or attitudes that we eschew. When we get overly focused on self-criticism, we have less energy available to repair the harm we have caused.

Repentance is easier when we recognize that everyone does things that are ugly, which is why we all cherish understanding and grace.

Kutipan

“Apabila seseorang berbuat jahat, hendaklah ia tidak mengulangi perbuatannya itu, dan jangan merasa senang dengan perbuatan itu; sungguh menyakitkan akibat dari memupuk perbuatan jahat” – Buddha

 “Seseorang yang telah melakukan sebuah kesalahan dan tidak memperbaikinya, maka ia sedang melakukan kesalahan baru” – Kong Hu Cu

“Jika seseorang merasa bahwa dia tidak pernah berbuat sebuah kesalahan pun dalam hidupnya, maka itu berarti dia tidak pernah belajar sesuatu hal yang baru dalam hidupnya” – Albert Einstein

Peribahasa

Berpikir sebelumnya itu mudah, tetapi bertobat itu yang sulit. – Peribahasa Cina

Sesat surut terlangkah kembali (Memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan). – Peribahasa Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s