Sepuluh Pertanyaan Spekulatif Yang Tidak Dijawab Oleh Buddha


  • Apakah alam semesta ini kekal?
  • Apakah alam semesta ini tidak kekal?
  • Apakah alam semesta ini terbatas?
  • Apakah alam semesta ini tidak terbatas?
  • Apakah jiwa sama dengan badan jasmani?
  • Apakah jiwa berbeda dengan badan jasmani?
  • Apakah Tathagata (Dia Yang telah Menyelami Kebenaran) ada setelah meninggal?
  • Apakah Tathagata tidak ada setelah meninggal?
  • Apakah Tathagata ada dan tidak ada setelah meninggal?
  • Apakah Tathagata tidak ada dan bukan tidak ada setelah meninggal?

Sebagaimana Buddha menjelaskan kepada Malunkyaputta,berspekulasi atas pertanyaan-pertanyaan diatas tidaklah membawa manfaat. Bagaikan seorang pria yang terkena anak panah dan sangat beracun. Ketika keluarganya memanggil seorang dokter, pria tersebut bertanya, ‘Aku tidak akan membiarkan anak panah ini dicabut kecuali aku mengetahui apakah orang yang memanahku adalah seorang brahmana atau seorang mulia (keluarga kerajaan) atau seorang pedagang, atau seorang pekerja. Aku harus tahu nama dan keluarganya, apakah dia tinggi atau pendek. Aku harus tahu apakah dia berkulit gelap atau coklat atau keemasan…’

Pria tersebut bisa saja berkata, ‘Aku tidak akan membiarkan anak panah ini dicabut kecuali aku dari busur mana anak panah ini berasal, apakah itu busur melengkung atau busur katapel.’ Pria tersebut akan mati terlebih dahulu sebelum dia mengetahui jawaban-jawaban atas pertanyaannya. Hal yang paling penting dan utama adalah mencabut anak panah itu dan mengobati lukanya. Karena terdapat hal-hal yang tidak memuaskan dari keberadaan manusia: kelahiran, usia tua, kesakitan, duka cita, kesedihan, penderitaan, ratapan dan keputus-asaan, maka Buddha mengajarkan jalan yang memastikan/memungkinkan kebebasan semua makhluk hidup dari segala bentuk ketidakpuasan dari keberadaan.

Oleh karena itulah Buddha tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan ini yang pada dasarnya tidak berarti dan tidak relevan dengan praktek Buddhisme.

Pertanyaan nomor 1 sampai 4 menyinggung tentang masa dan jangkauan dari alam semesta ini. Tanpa mengakui konsep mengenai sebuah alam semesta yang kekal abadi, seseorang tidak dapat merumuskan pertanyaan-pertanyaan ini. Namun karena segala sesuatu adalah saling berkondisi, maka tidak ada yang dapat muncul mandiri (tanpa keterkaitan/independent) sebagai sebuah entitas tersendiri.

Oleh karena itu, seseorang yang mampu memahami kesalingberkondisian dari keberadaan akan menyadari falasi[1] atas pertanyaan mengenai sebuah alam semesta yang terbatas maupun tidak terbatas. Terlepas dari kenyataan bahwa pertanyaan-pertanyaan ini adalah salah, pikiran mengenai sebuah ‘alam semesta’ pun secara mendasar adalah keliru.

Pertanyaan nomor 5 & 6 menyiratkan hubungan antara badan jasmani dengan diri (jiwa). Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini baik secara positif maupun negatif, seseorang sebelumnya harus telah menerima konsep bahwa terdapat sebuah jiwa yang identik maupun tidak dengan badan jasmani ini. Pandangan ini jelas-jelas bertolakbelakang dengan konsep anatta – kesimpulan dari teori kesalingberkondisian.

Pertanyaan nomor 7 sampai 10 adalah mengenai Tathagata, orang yang telah menyelami Kebenaran. Pada kenyataannya, kita tidak dapat memikirkan keberadaan dari Tathagata saat ini – di sini karena Tathagata bukanlah suatu bentukan, perasaan, persepsi, faktor-faktor mental lain maupun kesadaran. Terlebih seseorang tidak dapat berspekulasi tentang ketidakbergantungan Tathagata terhadap lima unsur pembentuk (lima kelompok kehidupan) ini.

Oleh karena itulah, semua pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban ini adalah salah untuk ditanyakan, berasal dari pikiran yang menyimpang. Seseorang tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas tanpa menerima konsep keliru dari pemikir-pemikir tersebut.

(1)    M.I: 426-432; MLS.II: 97-101

(2)    S.III: 115-117; KS.III: 99-101


[1] Falasi = penarikan kesimpulan dengan argumen yang salah, dengan kata lain buah pikiran yang keliru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s