Kuil seringkali dikonotasikan sebagai wihara atau tempat ibadah bagi umat Buddha dan merupakan bagian dari kebudayaan dan seni Cina. Sebenarnya secara luas kuil tidak hanya diasosiasikan dengan agama Buddha saja, karena pada awalnya di Dinasti Qin, istana utama dulunya juga disebut kuil, dan pada Dinasti Tang dan Song, beberapa sector pemerintahan juga disebut kuil seperti Dalisi (Kuil Dali) yang melayani masalah Hukum dan Peradilan. Lagi pula, arsitektur buddhis tidak sesempit sebutan kuil saja dan ada banyak sekali sebutan berbeda menyesuaikan tempat dan dinasti yang ada (misalnya candi, wihara, biara, wat). Tetapi seiring berkembangnya jaman, kata kuil di Cina secara umum digunakan sebagai bangunan arsitektur bercirikan buddhis.

Ada 4 hal yang sebaiknya diperhatikan saat memasuki kuil-kuil ini (khususnya di Cina):

1.      Penyebutan yang sesuai. Para biksu di kuil dapat disapa dengan sebutan Da Shi(大师) atau Fa Shi(法师). Pengurus kuil dapat disapa dengan sebutan Zhang Lao(长老), Fang Zhang(方丈) atau Chan Shi(禅师). Para biksu Lama di kuil Lama dapat disapa dengan Lama

2.      Etika yang pantas. Ketika bertemu dengan para biksu hendaknya pengunjung membungkukkan kepala sedikit untuk menunjukka rasa hormat. Jangan pernah mengajak berjabat tangan atau memeluk para biksu, apalagi memegang kepala plontos mereka

3.      Menjaga ucapan. Ketika berbicara dengan para biksu, jangan menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan pembunuhan, menyakiti makhluk lain, dan cobalah menjaga ucapan selama berada di lingkungan kuil

4.      Perilaku yang sopan. Ketika berkunjung ke sebuah kuil, jagalah perilaku anda. Jangan berbicara terlalu keras, mencela sesuatu atau berjalan tanpa tujuan (grasak-grusuk). Secara umum, kuil juga digunakan sebagai tempat meditasi jadi cobalah menjaga ketenangan disana

Berikut adalah Top 10 Kuil Buddhis di Cina

1.      Kuil Shaolin

Siapa yang tidak pernah mendengar nama sohor kuil Shaolin. Apalagi bagi mereka yang tergila-gila dengan kungfu Cina, Kungfu Shaolin merupakan tempat terbaik bagi anda untuk berlatih silat. Kuil ini terkenal sejak dulu kala sebagai pusat pembelajaran agama Buddha, kungfu Shaolinnya, filosofi dan kehidupan kuil yang selalu dipraktekkan setiap hari dalam bentuk latihan fisik dan mental. Para biksu Shaolin adalah para master dalam hal olah tubuh, pelindung kuil dan bahkan pertahanan kekaisaran Cina. Sebenarnya kungfu Shaolin berasal dari aktivitas-aktivitas sehari-hari para biksu seperti menimba air di atas bahu, menyapu wihara, memasak dan mengumpulkan kayu. Sejarah kuil Shaolin sendiri sudah ada sejak era Dinasti Utara dan Selatan (420-581). Dikisahkan pula bahwa Bodhidharma, seorang biksu asal India yang akhirnya menjadi patriakh pertama Buddhisme Cina, menetap selama 9 tahun di kuil ini.

2.      Kuil Lingyin

Kuil Lingyin ini merupakan salah satu kuil buddhis termasyhur yang berada di wilayah delta Sungai Yangtze dan dipuji karena keindahan dan kedamaian lingkungan sekitarnya. Sejarah berdirinya kuil ini dapat ditelusuri hingga sekitar 1600 tahun silam.

 

3.      Kuil Hanshan (Kuil Gunung Dingin)

Cukup aneh mendengar sebuah kuil buddhis diberi nama Gunung Dingin. Selama masa pemerintahan Kaisar Zhenguan (627-648) dari Dinasti Tang, dua orang laki-laki, Hanshan (Gunung Dingin) dan Shide, bersahabat sejak kecil. Pada suatu hari ketika Hanshan sudah beranjak dewasa, kedua orang tuanya bermaksud menikahkannya dengan seorang gadis. Akan tetapi ternyata gadis tersebut sudah jatuh cinta dengan Shide. Hanshan kemudian meninggalkan sepucuk surat kepada Shide: “Kamu sekarang dapat menikahi gadis tersebut dan menjalani hidup bahagia bersamanya”. Shide merasa sangat sedih dan pada waktu yang bersamaan dia juga merasa tidak boleh mengambil wanita yang sudah ditunangkan kepada sahabatnya. Jadi dia meninggalkan gadis itu juga dan pergi ke Suzhou untuk mengunjungi Hanshan. Shide berjalan selama musim panas dan dia menemukan sebuah kolam yang penuh dengan bunga teratai yang sedang bermekaran. Terpesona dengan keindahan bunga itu, dia memetik satu dan membawanya bersamanya dalam perjalanan sebagai keberuntungan. Akhirnya Shide tiba di Suzhou dan menemukan sahabatnya. Mereka akhirnya menjadi biksu di sebuah kuil yang kemudian dinamakan sebagai kuil Hanshan.

4.      Kuil Xuankong (Kuil Gantung)

Kuil Xuankong atau dikenal sebagai Kuil Gantung merupakan satu-satunya kuil yang menjadi rumah bagi agama Buddha, ajaran Tao dan Kong Hu Cu. Dibangun di atas tebing, kuil ini sudah memiliki sejarah sejak 1400 tahun silam. Kuil ini juga diberi nama Kuil Hangjing atau kuil di langit karena berada di tebing curam . Kuil ini juga memiliki struktur dan dekorasi yang unik. Total terdapat 40 aula dan pavilion yang saling dihubungkan dengan koridor. Di dalam kuil ini terdapat lebih dari 80 patung Buddha yang terbuat dari besi, tembaga, batu dan tanah liat.

5.      Kuil Baima (Kuil Kuda Putih)

Kuil Kuda Putih ini beada 10 km ke arah utara dari Propinsi Henan. Dikisahkan bahwa selama pemerintahan Raja Yongping dari Dinasti Han Timur (25-220 Masehi, sang raja mengutus biksu Cai Yin dan Cai Jing ke India untuk meminta kitab suci buddhis. Tiga tahun kemudian, mereka berhasil mendapatkan kitab tersebut dan kembali ke Cina. Selama perjalanan pulang, mereka bertemu dengan biksu She Moteng dan Zhu Falan dekat utara Afganistan. Kedua bisku itu mengambil kuda putih yang digunakan untuk membantu membawa kumpulan kitab suci buddhis yang banyak jumlahnya dan berat. Setahun kemudian mereka berhasil kembali ke Luoyang dan sebuah kuil dibangun untuk menyimpan kitab suci tersebut. Kuil itu dinamakan Kuil Kuda Putih sebagai ucapan terima kasih kepada si kuda yang telah membawa kitab tersebut selama perjalanan. Kuil Kuda Putih adalah kuil pertama yang dibangun sendiri oleh pemerintah kerajaan setelah agama Buddha masuk ke Cina, oleh karena itulah kuil ini dinamakan “Kakek Kuil-Kuil”. Kuil ini sebenarnya cukup luas dan besar selama Dinasti Tang (618-907). Saat ini hanya sekitar 10% konstruksi yang masih bertahan.

6.      Kuil Famen


Kuil Famen berada di kota Famen sekitar 120km barat laut Xi’an. Meskipun kuil ini terletak jauh dari kota, kuil ini merupakan sebuah tempat menakjubkan dengan sejarah yang mencengangkan. Legenda bercerita bahwa pada tahun 147 Masehi Raja Asoka dari India menjelajahi seluruh benua Asia, menyebarkan relik-relik buddhis sebagai upaya pertobatan atas segala dosa dan peperangan yang telah dia lakukan. Di Cina, beliau membangun kuil ini dan menyimpan relik jari Buddha di altar kuil ini.

7.      Kuil Tanzhe


Kuil ini berada di tenggara Mentougou, Beijing, dan terletak di kaki Gunung Baozhu. Kuil ini dinamakan Tanzhe karena terdapat sebuah kolam dalam yang dinamakan Longtan oleh para penduduk di belakang kuil, dan sebuah pohon bernama Zhi di depan kuil. Kuil ini merupakan kuil tertua dan berusia 800 tahun lebih tua daripada usia kota Beijing sendiri. Kuil ini dibangun sekitar tahun 265. Pada mulanya kuil ini disebut Kuil Jiafu dan masih berdiri sampai saat ini (berarti sudah memiliki sejarah selama lebih dari 17 abad).

8.      Kuil Wuta (Kuil Lima Pagoda)


Kuil ini terletak di distrik Haidian di Beijing. Kuil ini dibangun selama masa pemerintahan Kaisar Zhu dari Dinasti Ming. Terdapat lima pagoda kecil yang terbuat dari batu yang dibangun tahun 1473. Menurut catatan sejarah, selama masa awal pemerintahan Kaisar Zhu, seorang biksu India tiba di Beijing. Dia memberikan Kaisar Zhu lima patung Buddha yang terbuat dari emas. Kaisar sangat senang berdiskusi dengan biksu ini dan akhirnya menunjuk beliau menjadi penasehat keagamaan kekaisaran. Setelah itu Kaisar juga memerintahkan untuk membangun Pagoda. Kuil ini menjadi salah satu bukti pertukaran budaya Sino-asing yang dilakukan secara hamonis dan damai.

9.      Kuil Yufo (Kuil Buddha Giok)


Pada tahun 1882, Guru Huigen dari Gunung Putuo pergi berkelana melewati pegunungan Wutai dan Emei hingga memasuki Tibet dan India untuk mengenang jasa-jasa Buddha. Huigen kemudian mengambil batu giok dari gunung dengan bantuan penduduk local. Memahat giok tersebut menjadi 5 buah patung dan kemudian membawanya kembali ke Gunung Putuo; dua diantaranya ditinggalkan di Shanghai. Akhirnya Kuil Buddha Giok dibangun tetapi kemudian hancur akibat perang di tahun 1918. Untungnya patung Buddha giok tidak ikut hancur dan sebuah kuil baru dibangun di lokasi saat ini.

10.  Kuil Jiming


Kuil ini merupakan salah satu kuil buddhis tertua di kota Nanjing. Kuil ini berada di sebelah timur kaki Gunung Jilong (Gunung Sangkar Ayam), Gunung Jihua yang terkenal di sebelah timur, dan danau Xuanwu di utara. Sejak tahun 300 Masehi, agama Buddha telah menyebar disini. Sekitar 200 tahun kemudian, kuil buddhis Tongtai dibangun. Kuil ini kemudian menjadi pusat pembelajaran agama Buddha di Cina bagian selatan dan para biksu India biasanya menetap disini. Semenjak itulah Gunung Jilong menjadi semacam tanah suci bagi Buddhisme Cina.

Tetapi pada tahun 538 kuil ini terbakar. Hanya menyisakan 2 bangunan kecil. Sempat ditelantarkan bertahun-tahun hingga tahun 922, sebuah wihara baru dibangun di atas situs lama dan dinamakan Kuil Seribu Buddha, kemudian disebut Kuil Yuanji.

Kuil Jiming yang sebenarnya dibangun tahun 1387 di bawah pemerintahan Dinasti Ming pertama oleh Kaisar Zhu Yuanzhang. Dia memerintahkan untuk menghancurkan semua bangunan lama dan mendirikan kuil baru di atasnya. Pada tahun 1958, kuil ini berubah dikhususkan sebagai tempat para biksuni. Kuil ini sempat mengalami kerusakan parah selama kekacauan situasi sosial politik di tahun 1966-1976. Beruntung pemerintah Cina berniat menjaga dan melestarikan aset-aset budaya mereka sehingga kuil ini dibangun kembali.

 

http://www.absolutechinatours.com/china-travel/Top-10-Chinese-Buddhist-Temples.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s