Masjid Agung Xi’an adalah sebuah masjid bersejarah yang telah melayani komunitas muslim Xi’an selama lebih dari seribu tahun. Masjid ini adalah masjid terbesar dan contoh terbaik dari masjid-masjid kuno di Cina. Gaya bangunannya sendiri merupakan perpaduan menarik gaya Cina dan Arab.

Sejarah

Tradisi mengatakan bahwa Masjid Agung ini didirikan oleh Laksamana Laut Cheng Ho, putra dari keluarga Muslim bergengsi yang menjadi terkenal karena mengusir bajak laut dari Laut Cina.

Pada saat itu masjid hanya berada di luar tembok kota Ming di lingkungan yang memang diperuntukkan bagi orang asing Saat ini masjid dan lingkungan sekitarnya merupakan bagian dari kota. Sebagian besar bangunan ini dibangun kembali pada abad 17 dan 18.
Apa yang harus Lihat

Masjid Agung Xi’an mirip seperti sebuah kuil tradisional Cina, dengan halaman berurutan dari paviliun dan pagoda berada di atas sebuah situs yang panjang dan sempit (48 meter x 248 meter).

Tetapi fungsi bangunan Islam menjadi jelas saat kita teliti lebih dekat, dengan hiasan figuratif yang biasanya ada di kuil sebagian besar digantikan dengan aksara Arab dan kaligrafi Cina. Kompleks ini berdiri sejajar pada sumbu timur-barat dan menghadap Mekah.

Masjid ini memiliki lima halaman yang semuanya mengarah ke ruang doa (batas terlarang bagi non-Muslim) di ujung barat dari situs ini. Setiap halaman memiliki paviliun monumen atau gerbang.

Halaman ketiga, disebut Xiu Qing Dian (“Tempat Meditasi”) adalah tempat menara tertinggi di kompleks itu berada, yang disebut sebagai Xing Xin Ting (“Pavilion untuk Introspeksi”) atau Sheng Xin Lou (“Menara Menyentuh Hati “). Dengan tinggi lebih dari sepuluh meter, menara bata berbentuk segi delapan ini terdiri dari tiga lantai yang dipisahkan oleh atap dan diselimuti dalam balkon kayu.

Tidak seperti masjid-masjid sebelumnya, menara ini menggabungkan dua fungsi: sebagai paviliun untuk memandang bulan (atau menara bangke) dan sebagai menara. Menara ini dirancang dengan gaya tradisional Cina: eksterior yang dihiasi dengan ubin mengkilap berwarna biru dan kepala naga. Di dalamnya, ukiran pada langit-langit menara dicat dengan warna merah dan bunga teratai.

Di halaman keempat, di depan ruang doa, adalah Feng Hua Ting atau Pavilion Pheonix.

Ruang doa, yang merupakan fokus dari kompleks masjid ini memiliki luas 1.270 meter persegi. Ruang ini dibagi menjadi tiga bagian: teras, aula, dan tempat kiblat (iwan), masing-masing dengan atap yang terpisah. Ruang doa indah ini dihiasi dengan relief kayu dan ayat-ayat Alquran.

Di balik ruang doa, diakses melalui dua gerbang putaran bulan, terdapat halaman kelima. Di sini terdapat dua bukit kecil buatan yang digunakan untuk upacara menyaksikan bulan baru muncul.

 

Sumber:

http://www.sacred-destinations.com/china/xian-great-mosque

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s