Seorang Buddha Mengajarkan Hanya Apa yang Bermanfaat


‘Ajaran apapun yang Tathagata ketahui sebagai sesuatu yang tidak nyata, tidak benar adanya, tidak berkaitan dengan tujuan, dan tidak disukai oleh banyak orang, tidak disetujui oleh mereka, ajaran tersebut tidak dibabarkan oleh sang Tathagata.’

‘Ajaran apapun yang Tathagata ketahui sebagai sesuatu yang nyata, benar adanya, tapi tidak berkaitan dengan tujuan, dan tidak disukai oleh banyak orang, tidak disetujui oleh mereka, ajaran tersebut juga tidak dibabarkan oleh sang Tathagata.’

‘Ajaran apapun yang Tathagata ketahui sebagai sesuatu yang nyata, benar adanya, berkaitan dengan tujuan, tapi tidak disukai oleh banyak orang, tidak disetujui oleh mereka, sang Tathagata akan menunggu saat yang tepat untuk menjelaskan ajaran tersebut.’

‘Ajaran apapun yang Tathagata ketahui sebagai sesuatu yang tidak nyata, tidak benar adanya, tidak berkaitan dengan tujuan, tapi disukai oleh banyak orang, disetujui oleh mereka, ajaran tersebut tidak dibabarkan oleh sang Tathagata.’

‘Ajaran apapun yang Tathagata ketahui sebagai sesuatu yang nyata, benar adanya, tapi tidak berkaitan dengan tujuan, namun disukai oleh banyak orang, disetujui oleh mereka, ajaran tersebut juga tidak dibabarkan oleh sang Tathagata.’

‘Ajaran apapun yang Tathagata ketahui sebagai sesuatu yang nyata, benar adanya, berkaitan dengan tujuan, dan disukai oleh banyak orang, disetujui oleh mereka, sang Tathagata akan menunggu saat yang tepat untuk menjelaskan ajaran tersebut.’

M.I: 395; MLS.II: 62-63

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s