Gua Mural Dunia: Gua Mogao

Mungkin tidak ada gua yang seindah dan sebegitu mempesona seperti Gua Mogao. Gua Mogao atau yang dikenal juga Gua Seribu Buddha memang memiliki keunikan sendiri tidak hanya bagi para umat Buddha saja, tetapi juga bagi para peneliti, sejarahwan, dan para umat dari berbagai agama lainnya di dunia. Terletak di lokasi pertemuan antara budaya dan agama saat Jalur Sutra masih merupakan jalan utama dunia, gua ini telah menjadi salah satu tempat suci bagi para peziarah yang kemudian terlupakan seiring dengan lenyapnya Jalur Sutra yang menghubungkan dunia Timur dan Barat itu.

 

Berikut adalah beberapa fakta mengenai Gua Mogao:

Menurut legenda, gua ini pertama kali dipahat di tebing gunung oleh seorang biksu pengembara bernama Uezun pada tahun 366 Masehi. Pada suatu malam dia melihat cahaya gaib 1000 Buddha emas berkilauan di sebuah tebing. Yuezun pun mencukil dan menatah sebuah ruang meditasi kecil di dalam tebing. Lalu biksu-biksu lain di daerah tersebut mengikuti hal yang sama. Tak lama kemudian, komunitas para biksu tersebut sudah mengukir gua-gua yang lebih besar dan menghiasnya dengan lukisan dan patung-patung Buddha.

 

Proses pembuatan gua ini sendiri memakan waktu berabad-abad, dimulai dari abad ke 4 Masehi sampai dengan abad ke 14 Masehi menjadikannya sebagai kapsul waktu dan bukti perputaran jaman dan pertemuan peradaban-peradaban besar dunia. Hal ini tercermin pada gaya lukisan-lukisan dan patung-patung yang terdapat dalam gua tersebut. Gua-gua Mogao yang paling pertama dibuat adalah pada Dinasti Wei Utara. Mural yang terdapat dalam gua-gua awal ini seperti yang terdapat dalam gua nomor 428 dan 529 dipengaruhi oleh seni India. Gua nomor 257 menampilkan mural Buddha dengan jubah bergaya Roma. Gua nomor 101, dipengaruhi budaya Yunani.

 

Selanjutnya proses pembuatan gua ini pun berlanjut ke Dinasti Wei Barat, Zhou Utara, Sui, Tang, Lima Dinasti, Song, Xia Barat, dan terakhir Dinasti Yuan (906-1360).

 

Berikut adalah beberapa gambar mural dan patung yang diambil dari berbagai sumber:

Gua ini dan beserta segala isi, mural, patung dan naskah gulungan-gulungannya (yang terdiri dari berbagai bahasa seperti Sansekerta, Cina, Tibet, Turki, dll) telah menjadi warisan dunia. Gua ini adalah sebuah bukti dan sekaligus sumbangsih dari kejayaan agama Buddha pada masa lalu yang perlu terus dilestarikan hingga masa depan demi peradaban manusia.

 

Sumber:

http://ngm.nationalgeographic.com/2010/06/dunhuang-caves/law-photography

http://www.sacred-destinations.com/china/mogao-caves

http://en.wikipedia.org/wiki/Mogao_Caves

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s