Memandikan Patung Buddha

Ritual memandikan Buddha rupang atau patung Buddha kecil sudah menjadi kebiasaan bagi banyak umat Buddha di berbagai negara di dunia dalam merayakan hari kelahiran Pangeran Siddharta (calon Buddha). Praktek ini diadopsi langsung dari masa kehidupan Buddha Gotama dan masih dipelihara hingga saat ini oleh para umat Buddha di seluruh dunia.

Asal Mula Memandikan Buddha

Salah satu aktivitas utama dalam festival hari lahir Buddha Gotama adalah memandikan Buddha kecil. Legenda menuliskan bahwa ketika Pangeran Siddharta lahir di dunia ini, terdapat kejadian alam aneh dan luar biasa yang menandakan kelahiran istimewa seorang bakal Buddha.

Diceritakan bahwa langit menjadi sangat cerah dan jernih, bunga-bunga bermekaran dan burung-burung bernyanyi – para naga muncul di angkasa menyemprotkan dua aliran air yang murni (yakni air panas dan air dingin), yang dengan lembut memandikan bayi kecil tersebut.

Pada kelahirannya, tujuh bunga teratai muncul dari dalam tanah di bawah telapak kakinya saat dia berjalan – dan dia menunjuk ke arah langit dan ke arah bumi berkata “surga di atas dan bumi di bawah, Aku bersumpah untuk membebaskan semua makhluk yang menderita di tiga alam kehidupan.”

Sejak saat itulah para umat Buddha di seluruh dunia memperingati hari kelahiran Buddha dengan menggunakan air wangi untuk memandikan patung bayi Siddharta.

Ritual ini memberikan pesan penting bahwa “sungguh mudah untuk membersihkan kotoran fisik tetapi akan jauh lebih sulit untuk membersihkan kekotoran batin: keserakahan, kebencian dan kebodohan batin.”

Pentingnya Memandikan Buddha:
sebagai pengingat bagi kita untuk
-Membersihkan tubuh kita
-Menjalankan Pancasila Buddhis
-Membersihkan Pikiran dari keserakahan, kebencian dan kekotoran batin

Cara yang benar dalam memandikan Buddha rupang

-Bersikap anjali dan menghormat
-Isi gayung yang tersedia dan tuangkan ke atas patung kecil tersebut tiga kali sambil berpikir dalam hati
Tuangan pertama: “Semoga saya dapat melenyapkan semua pikiran jahat”
-Tuangan kedua: “Semoga saya dapat mengembangkan perbuatan baik”
-Tuangan ketiga: “Semoga saya dapat menyelamatkan semua makhluk hidup”

Tentu saja niat atau pikiran yang anda sampaikan bisa berbeda-beda, tetapi itu tidak menjadi masalah asalkan masih dalam rangka mengharapkan kebahagiaan bagi semua makhluk.

Berikut adalah beberapa foto ritual memandikan Buddha rupang pada hari Waisak, diambil dari berbagai vihara di berbagai negara di penjuru dunia.


Sumber:

http://buddhistcelebrities.blogspot.com/2010/05/bathing-buddha.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s