Biksu Cilik dari Korea

Setiap tahun, sekelompok anak kecil memasuki Vihara Chogye di Seoul untuk menjadi bhikkhu sementara dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Buddha. Pada 3 Mei 2010 ini, ada 8 orang anak beragam usia yang memasuki Vihara dan akan belajar lebih banyak tentang agama Buddha. Anak-anak ini akan menetap di Vihara selama 21 hari (3 minggu).

Chogye merupakan satu-satunya vihara besar yang ada didalam dinding kota tua Seoul. Dibangun tahun 1910, vihara ini menjadi tempat utama bagi komunitas aliran buddhisme Chogye Korea pada tahun 1936.

Setelah akhir perang dunia II, Sangha Chogye berjuang keras bertahun-tahun untuk mengambil kendali atas properti Sangha dan menjalankan kembali peraturan hidup selibasi para biksu, dan mengeluarkan para biksu yang menikah. Program tersebut sukses dan sekarang aliran ini menjadi aliran penting dalam Buddhisme Korea.

Anak-anak bersiap untuk menjalani upacara pencukuran rambut.

Mereka melakukan upacara.

Para biksu mencukur rambut mereka.

Dibantu oleh para ibu, biksu-biksu mencukur dan membersihkan kepala mereka.


Anak-anak dibantu ibu dan para biksu memakai jubah.

Ekspresi nangis dan ketawa yang lucu.

Entah apa yang dipikirkan biksu cilik ini.

Si anak menangis pada saat pemberian tanda kebiksuan.

Ada pula yang berani.

Si biksu cilik sedang menikmati rambut dan penampilan barunya.

Sumber:

http://buddhistcelebrities.blogspot.com/2010/05/korean-little-monks.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s