Sebuah Wabah Bernama “Ajaran Buddha”

Ada wabah baru yang melanda hampir di seluruh penjuru dunia ini. Sebuah wabah yang diam-diam merayap merasuki orang-orang terkasih kita, melenyapkan hampir sebagian besar identitas mereka, dan sering kali mengubah mereka menjadi seseorang yang tidak pernah kita kenal sebelumnya. Wabah ini memiliki banyak
julukan. Beberapa warga menyebutnya Theravada, yang lain menyebutnya Mahayana, Vajrayana, Zen, Nichiren, Dharma, Sang Jalan, dan masih banyak sebutan lainnya.

Wabah ini sebenarnya sudah dimulai sejak abad 5 Sebelum Masehi di sebuah dataran kecil di tengah India (jadi sebenarnya bukan wabah baru lagi). Pada awalnya wabah ini ditenggarai sebagai sebuah revolusi dari penyakit yang memang sudah ada pada saat itu di tengah India. Namun dari hanya menjangkiti sekelompok kecil masyarakat disana, wabah ini menyebar dengan begitu cepat melewati berbagai batas negara, tradisi, etnis, agama dan jaman.

Kini wabah tersebut sudah berusia lebih dari 2500 tahun. Sebuah usia yang sudah cukup tua sebenarnya bagi virus namun kenyataannya wabah ini malah tumbuh semakin cepat dan bertambah subur di tengah modernitas abad 21 ini. Memang sejarah sering kali berbicara mengenai upaya sekelompok manusia yang mencoba melenyapkan wabah ini hingga ke akar-akarnya. Ada yang berhasil, ada pula yang tidak. Namun salah satu ciri khas virus adalah mampu beradaptasi sehingga wabah ini pun memiliki semakin banyak ragam yang berbeda.

Bagaimana cara mengenali orang-orang yang terkena wabah ini?

Kita perlu berhati-hati dan bersikap jeli terhadap setiap perubahan dari orang-orang terkasih kita. Wabah ini siap merasuki siapa saja, tidak mengenal tempat dan tidak mengenal waktu. Ada banyak cara wabah ini menginfeksi orang-orang terkasih kita. Antara lain dengan penyebaran udara, mulut ke mulut, hingga hubungan mesra dengan orang-orang yang sudah terjangkiti sebelumnya. Baru-baru ini dilaporkan sebuah cara baru wabah ini menginfeksi orang hanya melalui pemakaian internet setiap hari. Apabila orang-orang terkasih anda menghabiskan 2 jam setiap harinya dengan membuka situs-situs buddhis, maka hampir dipastikan mereka terkena wabah ini.

Ada beberapa gejala yang menunjukkan orang-orang terkasih kita terjangkit wabah ini:

1. Mereka mulai kehilangan identitas diri mereka sebelumnya (terjadi perubahan drastic)

2. Mereka mulai kehilangan hasrat akan materi dan kemelekatan lainnya

3. Mereka akan bersikap lebih tenang dalam menghadapi berbagai keadaan/perubahan

4. Ketakutan mereka terhadap sesuatu menjadi berkurang

5. Mereka mulai berbicara santun, sering kali mengutip beberapa kalimat seperti “datang dan lihatlah”, “kita adalah apa yang kita pikirkan”, “penderitaan adalah pilihan”, dan “semoga semua makhluk
berbahagia”

6. Kesadaran mereka meningkat, emosi negative mereka berkurang

7. Memiliki teman-teman baru yang berbeda dari teman-teman sebelumnya, seperti Lama, Bhante, Bhikkhu, dsb

8. Tidak lagi terikat pada masa lalu dan tidak pula mengidam-idamkan masa depan

9. Menghabiskan minimal satu jam sehari mengurung diri di dalam kamar dan bermeditasi

10. Mengurangi kebiasaan makan daging dan memperbanyak makan sayur, sebuah langkah yang juga mempelopori “tindakan hijau”

Apabila orang-orang terkasih anda sudah terjangkiti wabah ini, anda pun harus bersikap waspada. Jangan mendekati seorang buddhis tanpa persiapan apapun. Mereka terkenal mampu membangun suasana persahabatan, berbicara santun, dan sering kali tersenyum tanpa sebab.

Dimana mereka biasa berinteraksi?

Di vihara-vihara, pusat meditasi, kegiatan amal sosial, dan bahkan saat ini juga sudah masuk di mall-mall dan sebuah stasiun TV swasta di Indonesia.

Apa yang sering mereka bawa?

– Buku-buku kecil mengenai sutta, paritta, jataka, artikel-artikel buddhis, pengalaman meditasi

– Tasbih kecil maupun besar

– Kalung dan jimat-jimat lainnya

– Kaos-kaos bertemakan buddhis

– Patung Buddha kecil

– Peralatan sembahyang seperti buku paritta, tasbih doa, mangkuk doa, lilin, dan yang umum dijumpai adalah dupa

Walaupun demikian, banyak juga orang-orang yang terjangkiti wabah ini tidak memiliki satu pun ciri-ciri diatas. Oleh karena itulah wabah ini sangat sulit terdeteksi melalui alat deteksi tercanggih sekali pun.

Sejauh mana pengaruh wabah ini menyebar?

Selain mulai menjangkiti manusia sejak 2500 tahun silam, wabah ini juga meninggalkan pengaruh yang mengakar begitu kuat di beberapa kebudayaan dunia. Terutama di Asia Timur dan Selatan seperti Cina, India,
Korea, Jepang, dan Sri Lanka. Hampir semua kebudayaan yang berkembang di Negara-negara ini telah dipengaruhi wabah ini. Cina yang notabene merupakan Negara atheis tetap tidak mampu melenyapkan budaya yang sudah mengakar sejak awal abad Masehi dan tidak ada satu pun agama lain mampu menandingi sepak terjang wabah buddhisme di daratan Cina. Di India sendiri, walaupun wabah ini mampu dibumihanguskan, tetap saja tanah dimana wabah ini dilahirkan telah terpengaruh mulai dari filosofi dan terutama jenjang sosial masyarakat disana. Belum lagi ditambah di Negara-negara kawasan Asia Tenggara yang sejak dahulu kala sudah memiliki hubungan dengan orang-orang dari daratan Cina dan India.

Selain penyebaran melewati batas negara dan benua seperti di Australia, Amerika, Eropa, dan Afrika, wabah ini juga menyebar cepat di berbagai media massa dan hiburan seperti jejaring sosial di internet, hingga dalam budaya popular saat ini. Wabah ini dengan mudah ditemukan di buku-buku bertemakan meditasi, psikologi, filsafat dan moralitas-spirtualitas.

Beberapa selebriti yang dikenal mulai terjangkiti wabah ini antara lain Lisa Simpson, Wolverine, Xorn, Gi (fictional characters); Jet Li, Jacky Chan, Tina Turner, Orlando Bloom, Richard Gere, Ami Winehouse, Naomi
Watts, Steven Seagel, Dewi Lestari, Marcell Siahaan dan Nadya Hutagalung.

Wabah ini jelas lebih buruk dari kecanduan seks, makanan enak, heroin, bahkan marijuana. Jika anda tidak berhati-hati, maka orang-orang terkasih anda akan semakin berafiliasi erat dengan yang namanya meditasi, yoga, empati, vegetarianisme, dan bahkan pernyataan “rasa bahagia”.

**********************

Diadaptasi dari:

http://progressivebuddhism.blogspot.com/2010/01/shocking-increase-in-use-of-illicit.html

One thought on “Sebuah Wabah Bernama “Ajaran Buddha”

  1. virus yang mengantarkan ke kondisi diluar perkiraan manusia
    yang hanya dapat dimengerti bila terlah terjangkit virus tersebut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s