Peti Mati Kayu

Seorang petani yang sudah tua tidak dapat lagi bekerja di ladang. Jadi sepanjang hari dia hanya duduk-duduk saja di gubuk melihat anak laki-lakinya bekerja. Anaknya, yang sedang bekerja dari pagi hingga malam, selalu melihat ayahnya duduk-duduk di gubuk itu. “Dia tidak lagi berguna,” demikian pikir anaknya, “dia tidak mengerjakan apapun!”

Pada suatu hari si anak merasa frustasi dengan hal ini dan kemudian dia membuat sebuah peti mati dari kayu, membawanya ke gubuk dan meminta ayahnya untuk masuk ke dalamnya. Tanpa berkata apapun, sang ayah masuk ke dalam peti mati kayu itu.

Setelah menutup peti mati itu, si anak membawanya ke pinggir ladang dimana terdapat sebuah jurang yang dalam. Saat tiba di ujung jurang, dia mendengar ketukan ringan dari dalam peti mati. Dia membukanya. Masih berbaring dalam keadaan damai, sang ayah menatap wajah anaknya, berkata “Saya tahu bahwa kamu akan melemparku ke jurang, tetapi sebelum kamu melakukan itu, bolehkah aku menyarankan sesuatu kepadamu?”

“Apa itu?” jawab si anak.

“Lempar saja aku ke dalam jurang, jika kamu suka,” kata sang ayah, “tetapi simpanlah peti mati kayu ini. Anakmu pasti akan membutuhkannya di kemudian hari.”

****************

Source:

http://www.katinkahesselink.net/tibet/zen.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s