Sikap Buddha Terhadap Mukjizat

14

Buddha memperingatkan Kevaddha, salah seorang siswaNya, untuk mengesampingkan permohonannya agar para bhikkhu diperbolehkan mempertunjukkan keajaiban-keajaiban, demi memperbaiki Dhamma dan Pembabarnya dan untuk mencegah bahaya-bahaya melakukan pendekatan seperti itu dalam menjalani hidup suci.

Dengan kebijaksanaan dan wawasanNya sendiri, Buddha membicarakan mengenai tiga jenis keajaiban. Apa sajakah ketiganya itu?

Keajaiban Kekuatan-kekuatan fisik

Seorang bhikkhu dengan kekuatan fisiknya dapat mengubah tubuhnya menjadi beberapa bentuk dan kembali seperti semula sepertihalnya dapat menjelajah alam-alam menuju alam Brahma.

Ketika seseorang yang skeptis diberitahukan mengenai kekuatan ini, dia akan memberi jawaban pedas bahwa ‘itu adalah ilmu hitam’ dan akan menghancurkan mereka yang percaya dan mengetahui kebenarannya.

Keajaiban Telepati

Seorang bhikkhu dengan kemampuan telepatinya dapat membaca pikiran dan buah pikir orang lain seperti membaca sebuah buku yang terbuka. Ketika diberitahukan mengenai kekuatan ini, reaksi orang yang skeptis akan sama dengan yang pertama – penuh celaan dan ejekan.

Keajaiban Pengarahan

Seorang bhikkhu memberikan nasehat yang baik untuk membebaskan pikiran dari belenggu-belenggu demi mencapai pembebasan. Latihan meliputi realisasi Empat Kebenaran Mulia, pemurnian pikiran dan melangkah ke dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan.

Buddha memuji keajaiban ini karena keajaiban yang lain hanya membangkitkan rasa penasaran namun tidak membantu dalam hal pemurnian pikiran.

D: 11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s