Nafsu Keinginan dan Konsekuensinya


‘Di dunia Aku melihat generasi ini binasa

Oleh nafsu keinginan untuk menjadi.

Orang-orang yang malang mericau di hadapan kematian,

Namun masih memiliki nafsu keinginan, harapan.

Lihatlah bagaimana mereka gemetar atas apa yang mereka sebut sebagai ‘milikku’,

Seperti ikan-ikan dalam genangan air terjun.’

SN: 776-777

Jangan Melekat Pada Kepercayaan Anda


‘O para bhikkhu, bahkan terhadap pandangan ini

(ajaran Buddha)

Yang begitu suci dan jelas,

Jika kamu berpegang padanya, jika kamu menyukainya,

Jika kamu menghargainya, jika kamu melekat padanya,

Maka itu berarti kamu tidak mengerti

Bahwa ajaran ini adalah seperti rakit,

Yang digunakan untuk menyeberang dan

Bukan untuk dibawa-bawa.’

M.I: 260; MLS.I: 316

Hidup Itu Singkat


‘Hidup manusia adalah singkat

Orang bijaksana tidak seharusnya merasa senang didalamnya.

Biarkanlah dia bertindak seolah-olah kepalanya sedang terbakar

Karena tidak ada jalan lain untuk mencegah datangnya kematian.’

S.I: 108

Tiga Kesalahpahaman Yang Membawa Pada Kepercayaan Terhadap Nihilisme


  • Bahwa apapun yang dialami seseorang sepenuhnya adalah akibat dari karma masa lampaunya (Fatalisme)
  • Bahwa apapun yang dialami seseorang adalah suratan dari suatu entitas agung atau Tuhan (Theism)
  • Bahwa tidak ada penyebab atau kondisi apapun yang melatarbelakangi pengalaman manusia

Buddha menyangkal pandangan-pandangan ini dengan sikap berikut:

‘Apabila seluruh pengalaman manusia adalah hasil dari karma yang telah dilakukan pada masa lampau, maka pada kasus pembunuhan, pencurian, penyimpangan seksual, bohong, fitnah, ucapan kasar, dll, tidak akan ada kehendak atau upaya seseorang yang dapat dilakukan berkenaan dengan apa yang seharusnya dilakukan atau tidak seharusnya dilakukan. Sebaliknya, apabila pengalaman manusia adalah hasil kreasi dari suatu entitas agung atau sepenuhnya hanya kejadian saja, maka, manusia tidak akan mampu untuk menilai atau mengampu tanggung jawab moral atas perbuatan-perbuatannya. Oleh karena itu, apabila diteliti secara kritis, maka pandangan-pandangan ini adalah hampa.’

A.I: 173

Buku Dhammapada Atthakatha

Dhammapada merupakan salah satu kitab bagian Khuddaka Nikaya, Tipitaka. Terdapat 423 syair di dalam Dhammapada yang dapat digunakan sebagai pedoman hidup kita sehari-hari. Untuk cerita-cerita Dhammapada lainnya dapat diperoleh dengan membeli buku Dhammapada Atthakatha terbaru terbitan Insight Vidyasena Production. Silakan menghubungi IVP di 08995066277.

dhammapada atthakatha