Ise Jingu – Kuil Utama Shinto

Kuil Ise (Ise-jingu) merupakan sebuah kuil penting bagi penganut Shinto. Kuil ini terletak di kota Ise di sebelah selatan Honshu, Jepang. Kuil ini juga dikenal sebagai Kuil Agung Ise (Ise Daijingu). Terkenal sebagai tempat peribadatan dan atraksi wisata, kuil ini pun ditetapkan sebagai salah satu Harta Nasional Jepang. Menurut dewan pariwisata Jepang, sekitar 7 juta umat mengunjungi kuil ini setiap tahunnya.

Sejarah

Situs Kuil Ise sudah lama menjadi tempat suci karena dikelilingi hutan pohon cemara suci. Pada awalnya, pohon cemara di hutan ini dijadikan objek pemujaan sebelum didirikannya bangunan. Kemudian sebuah pohon suci ditebang dan dijadikan balok-balok tiang. Tiang ini masih berada di pusat kuil Ise hingga saat ini.

Menurut tradisi, Kuil Dalam dibangun sekitar abad 4 SM, tetapi para ahli sejarah meyakini sekitar abad 3 Masehi. Kuil Luar dibangun sekitar abad 5 Masehi. Sekitar tahun 680 M, Kaisar Temmu menjadikan Ise sebagai kuil utama Shinto kekaisaran Jepang.

Apa yang harus dilihat

Disamping sebagai tempat peribadatan penting, Kuil Agung Ise juga terkenal karena keindahan lokasi dan kesederhanaan arsitekturnya. Kuil ini berada di dalam “Hutan Suci Ise Jingu,” sebuah hutan pohon cemara yang meliputi kawasan seluas 5500 hektar.

Kuil ini memiliki dua altar Shinto utama yang masing-masing terpisah sejauh 4 mil. Bangunan utama tiap altar hanyalah sebuah gubuk yang terbuat dari pohon cemara bergaya Jepang kuno. Gubuk ini sulit dilihat karena dikelilingi oleh pagar kayu. Terdapat pula beberapa bangunan lainnya di sekitar altar utama, termasuk taman dan gerbang torii.

Masing-masing altar dikelilingi oleh 90 hektar hutan yang tidak pernah ditebang sejak pembangunan fondasi altar. Ayam jago yang dipelihara dengan baik dapat dilihat disekitar kuil. Ayam jago diasosiakan dengan dewi matahari Amaterasu karena ayam jago akan berkokok pagi hari dan memainkan peran penting dalam kisah mitos Amaterasu.

Naiku (Kuil Dalam) didedikasikan kepada Amaterasu Omikami, dewi matahari dan dewi utama yang dianggap sebagai leluhur keluarga kerajaan. Representasi matahari sebagai seorang dewi dan bulan sebagai seorang dewa (adiknya yang bernama Tsukiyomi no Mikato) cukup unik bila dibandingkan mitos dewa-dewi di tempat lain.

Kuil ini menyimpan Cermin Suci Amaterasu, yang merupakan salah satu dari Tiga Harta Suci Jepang (Sanshu no Jingi). Cermin ini merupakan sebuah shintai, sebuah objek suci dimana dewa Shinto berdiam. Cermin ini biasanya berada dalam sebuah kain atau kotak dan disimpan di dalam peti tertutup di altar utama di dalam kuil.

Geku (Kuil Luar) didedikasikan kepada Toyouke Okami, dewi pangan, sandang dan papan. Dewi ini dibawa ke Ise sebagai pengawas makanan persembahan bagi Amaterasu. Persembahan makanan selalu dilakukan 2x sehari di sebuah bangunan yang terletak di sebelah timur laut dari aula utama Geku. Ritual ini meliputi persembahan api suci yang diperoleh dari gesekan antara kayu dengan kayu, dan air suci yang diperoleh dari sebuah sumur.

Di Kuil Ise, pendeta wanita utama, disebut saishu, bahkan memiliki posisi yang lebih tinggi daripada pendeta pria utama Shinto (dai-guji) yang memiliki posisi tertinggi di seluruh kuil Shinto di Jepang (kecuali Kuil Ise). Jaman dulu, pendeta wanita utama ini berasal dari putri kerajaan yang tidak menikah. Sekarang, peran ini masih dilakukan oleh seorang wanita dari keluarga kerajaan. Pendeta wanita utama ini memiliki peran terpenting dalam upacara keagamaan Shinto, mengabdi sebagai perantara antara dewa dengan umatnya. Bersama dengan pendeta Shinto lainnya, dia berdoa pada Amaterasu untuk kesehatan kaisar dan kedamaian Jepang dan perdamaian dunia.

Ziarah

Tata cara ziarah di Kuil Ise adalah pertama-tama memasuki Geku (Kuil Luar), kemudian Naiku (Kuil Dalam). Website resmi Kuil Ise menjelaskan tata cara peribadatan sebagai berikut:

1.      Bersujud 2x

2.      Menepuk tangan di depan dada 2x

3.      Berdoa sambil merangkapkan kedua tangan

4.      Bersujud 2x

http://www.sacred-destinations.com/japan/ise-shrine

Leave a comment

Filed under japan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s